Beranda » Kabar SMK » Berita » Artikel » Pesan Mendikbud untuk Mahasiswa Bidikmisi

Pesan Mendikbud untuk Mahasiswa Bidikmisi

Jakarta, Kemdikbud — Pernyataan luar biasa bagi mahasiswa Bidikmisi banyak disampaikan berbagai kalangan dalam merespon acara silahturahmi nasional bidikmisi 2014, termasuk Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono. Namun bagaimana menjaga keluarbiasaannya itu? Jangan sampai keluarbiasaanya itu hanya sesaat, dan setelah itu menjadi biasa saja, ungkap Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh, dalam acara malam ramah tamah dengan mahasiswa bidikmisi, di hotel Bidakara, Kamis (27/02/2014).

Menjaga keluarbiasaan itu agar tetap menjadi luarbiasa, Mendikbud mengatakan, pertama kita harus tetap belajar dan belajar. “Dengan belajar kita akan bisa merawat keluarbiasaan itu,” kata Mendikbud. Ia mengatakan, pembelajar sejati salah satu cirinya adalah tidak pernah menempatkan diri melebihi dari yang lain. Apabila seorang pembelajar menempatkan diri lebih dari yang lain, maka tidak akan mendapatkan informasi baru dari yang lain. Karena sudah menganggap yang paling tahu.

“Pembelajar sejati selalu bisa menempatkan diri pada tempatnya, dan mau menerima informasi dari siapapun yang dapat dipertanggung jawabkan, “ujar Mendikbud. Kedua, dalam menjaga keluarbiasaan, Mendikbud mengatakan, ada kekuatan spiritual, yaitu berbakti kepada orang tua. Meskipun bisa mencapai pendidikan paling tinggi, jangan pernah malu meskipun orang tua dahulu tidak sekolah.

“Berbakti kepada orang tua akan menghasilkan sumber energi yang luar biasa,” pesan Mendikbud. Mendikbud kembali berpesan, kepada siapapun yang memberikan jasa yang baik, harus belajar bersyukur, menghargai, menghormati, dan berterima kasih. Menjadi modal yang sangat luar biasa. Terakhir, supaya bisa merawat keluarbiasaan itu, menjaga hubungan baik antar sesama mahasiswa. Kalau bisa menjaga hubungan baik, akan ada nilai positif dari teman dan sesama.

Kalau itu bisa dilakukan maka akan selalu ada pengetahuan baru yang didapat. “Jangan sampai terjebak didalam ekslusifitas. Meskipun memiliki label bidikmisi, dalam keseharian harus menyatu dengan sesama,” tandas Mendikbud. (Seno Hartono)

sumber :http://kemdikbud.go.id

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan SMKN4JKT.sch.id dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. SMKN4JKT.sch.id akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

SMKN4JKT.sch.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Loading Facebook Comments ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

X